Jakarta — Sejumlah wilayah di Indonesia diguncang gempa bumi sepanjang Agustus 2026. Beberapa kejadian tercatat memiliki magnitudo cukup besar dan dirasakan masyarakat di sejumlah daerah.

Dari sejumlah peristiwa yang terjadi hingga 18 Agustus 2026, gempa di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, menjadi salah satu yang paling mendapat perhatian karena kekuatannya mencapai magnitudo 7,7 dan sempat memicu peringatan potensi tsunami.

Gempa tersebut terjadi pada 15 Agustus 2026. Selain guncangan utama, aktivitas gempa susulan juga tercatat cukup tinggi di wilayah tersebut.

Berdasarkan data yang sebelumnya dirangkum dari BMKG, hingga 18 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB tercatat sebanyak 2.119 gempa susulan di kawasan Flores. Magnitudo gempa susulan berada pada kisaran M1,3 hingga M6,2.

Dari ribuan gempa susulan tersebut, sebanyak 24 kejadian memiliki magnitudo di atas 5, sementara 70 gempa dilaporkan dirasakan oleh masyarakat.

Gempa M6,4 Guncang Simalungun

Pada hari yang sama, 15 Agustus 2026, gempa dengan magnitudo 6,4 juga mengguncang wilayah Simalungun, Sumatera Utara.

Gempa terjadi pada pukul 17.54 WIB. Berdasarkan informasi yang sebelumnya disampaikan, pusat gempa berada sekitar 10 kilometer tenggara Simalungun dengan kedalaman sekitar 160 kilometer.

Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Kedalaman gempa yang cukup dalam membuat dampaknya berbeda dengan gempa dangkal, meski guncangan tetap dapat dirasakan di sejumlah wilayah di sekitarnya.

Nias Selatan Diguncang Gempa M6,1

Aktivitas seismik kembali menjadi perhatian pada 18 Agustus 2026. Gempa dengan magnitudo 6,1 tercatat terjadi di sekitar wilayah Nias Selatan, Sumatera Utara.

Gempa tersebut terjadi sekitar pukul 13.02 WIB dengan kedalaman sekitar 29 kilometer. Berdasarkan informasi yang dirangkum sebelumnya, gempa tidak berpotensi tsunami.

Masyarakat di wilayah terdampak diimbau tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari BMKG maupun pemerintah daerah, terutama jika terjadi gempa susulan.

Masyarakat Diminta Tetap Waspada

Rangkaian gempa yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia sepanjang Agustus menunjukkan tingginya aktivitas seismik di berbagai kawasan.

Meski tidak seluruh gempa menimbulkan kerusakan maupun korban, masyarakat di daerah rawan gempa tetap perlu meningkatkan kesiapsiagaan. Warga juga disarankan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, terutama mengenai prediksi gempa dan tsunami.

Informasi terkait gempa bumi dan potensi tsunami sebaiknya diperoleh melalui kanal resmi BMKG.

NETtizennews.com

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *