JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu mengurangi konsentrasi abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyebar ke sejumlah wilayah.

Operasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya penanganan dampak erupsi, terutama akibat sebaran abu vulkanik yang telah mengganggu aktivitas masyarakat dan penerbangan.

BNPB mengoperasikan pesawat untuk melakukan penyemaian bahan tertentu ke atmosfer guna memicu pertumbuhan awan dan membantu meluruhkan abu vulkanik dari udara. Selain penyemaian, BNPB juga menyiapkan teknik water mist sebagai bagian dari upaya mengendalikan sebaran abu.

Operasi Modifikasi Cuaca dilakukan sejak pagi hingga malam hari dengan menyesuaikan kondisi atmosfer dan pergerakan awan di wilayah terdampak.

Erupsi Gunung Anak Krakatau dalam beberapa hari terakhir berdampak signifikan terhadap aktivitas transportasi udara. Sebaran abu vulkanik menyebabkan sejumlah bandara mengalami penghentian sementara operasional penerbangan.

Di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, sebanyak 209 penerbangan dilaporkan terdampak akibat sebaran abu vulkanik. Penutupan sementara bandara juga berdampak terhadap puluhan ribu penumpang.

Dampak serupa juga dirasakan di sejumlah wilayah lain. Sebaran abu vulkanik dilaporkan mencapai wilayah Lampung dan bagian Pulau Jawa sehingga mengganggu penerbangan serta aktivitas masyarakat.

Pemerintah mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap mengikuti informasi resmi dari otoritas terkait, menggunakan masker dan pelindung mata ketika beraktivitas di luar ruangan, serta mengurangi aktivitas di kawasan yang terdampak abu vulkanik.

BNPB bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan erupsi dan sebaran abu vulkanik guna mengurangi risiko terhadap keselamatan masyarakat dan aktivitas transportasi.

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *