ACEH SINGKIL — Tiga remaja asal Kabupaten Aceh Singkil yang sempat dilaporkan hilang sejak Senin (24/8/2026), akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat di Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat.
Ketiga remaja tersebut yakni Damanhuri (15), warga Desa Sebatang, serta Aldi Bancin (16) dan Basri Malau (17), warga Desa Petambakan, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil.
Sebelumnya, ketiganya dilaporkan tidak pulang ke rumah sejak Senin dan tidak diketahui keberadaannya. Kondisi tersebut membuat keluarga panik dan langsung melakukan pencarian ke sejumlah wilayah yang diduga menjadi lokasi terakhir keberadaan mereka.
Keluarga kemudian memperoleh informasi bahwa ketiganya sempat berada di kawasan Labuhanhaji, Kabupaten Aceh Selatan. Pencarian pun dilakukan hingga ke wilayah tersebut dengan bantuan pihak kepolisian.
Dalam perjalanan pencarian, keluarga akhirnya mendapatkan kabar bahwa ketiga remaja tersebut berada di wilayah Aceh Barat.
Berangkat Tanpa Tujuan yang Jelas
Dari keterangan yang diperoleh keluarga, ketiga remaja tersebut meninggalkan rumah karena memiliki keinginan untuk merantau. Namun, perjalanan dilakukan tanpa persiapan matang dan tanpa tujuan yang jelas.
Ketiganya berjalan kaki dari kampung menuju Rimo sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan bus ke Labuhanhaji. Setelah tiba, mereka kembali berjalan kaki hingga larut malam dan sempat beristirahat di sebuah masjid.
Perjalanan kemudian berlanjut menuju Blangpidie, Aceh Barat Daya, sebelum mereka menggunakan kendaraan menuju Meulaboh, Aceh Barat.
Dalam perjalanan tersebut, ketiganya mengalami kesulitan karena kehabisan uang. Bahkan, tiga unit telepon seluler milik mereka disebut sempat digadaikan untuk mendapatkan biaya perjalanan.
Kondisi semakin sulit setelah bekal mereka habis. Ketiganya disebut hanya sempat makan satu kali selama hampir tiga hari perjalanan.
Ditemukan Warga dalam Kondisi Lapar
Setibanya di kawasan Meulaboh, ketiganya kembali melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Mereka sempat beristirahat di sejumlah masjid sebelum akhirnya bergerak menuju kawasan Samatiga.
Di kawasan tersebut, ketiganya kemudian bertemu seorang warga bernama Muhammad Sufi.
Melihat kondisi ketiganya yang kelelahan dan kelaparan, Muhammad Sufi memberikan bantuan serta mengajak mereka berkomunikasi. Ia juga meminjamkan telepon seluler agar ketiga remaja tersebut dapat menghubungi keluarga.
Kesempatan tersebut akhirnya menjadi titik terang bagi keluarga. Ketiga remaja berhasil menghubungi orang tua dan menyampaikan keberadaan mereka.
Kabar itu langsung membuat keluarga lega setelah selama beberapa hari diliputi kecemasan dan melakukan pencarian ke sejumlah wilayah.
Ketiga orang tua kemudian bergerak menuju Samatiga untuk menjemput anak-anak mereka.
Ketiga remaja tersebut akhirnya dipastikan dalam keadaan selamat. Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi keluarga agar terus memberikan pendampingan dan komunikasi yang baik kepada anak, terutama ketika mereka mulai memiliki keinginan untuk bepergian atau merantau.
NETtizennews.com
