JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa pengembangan Wilayah Kerja (WK) South Andaman akan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat dan sektor industri di Aceh.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan pemerintah saat ini tengah mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat guna memberikan pemahaman terkait rencana pengembangan blok gas tersebut.
“Kita mau membuat langkah-langkah sosialisasi yang baik agar masyarakat Aceh paham keberadaan gas ini. Salah satu prioritasnya untuk masyarakat Aceh,” ujar Laode di Jakarta.
Menurut Laode, sosialisasi tersebut juga bertujuan mencari titik temu atau win-win solution antara Plan of Development (POD) yang telah disepakati pemerintah bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dengan aspirasi masyarakat Aceh, termasuk keinginan agar gas dari South Andaman diolah di darat.
Ia menegaskan bahwa pemerintah ingin memastikan tidak ada kesalahpahaman di tengah masyarakat terkait pemanfaatan gas dari South Andaman.
“Jangan sampai ada anggapan bahwa gasnya nanti dialirkan ke Jawa. Itu tidak benar. Maksud dari win-win solution ini adalah mempertemukan POD yang sudah diteken dengan keinginan masyarakat untuk mengoptimalkan kebermanfaatannya bagi Aceh,” tegasnya.
Pemerintah berharap pengembangan WK South Andaman dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat Aceh, baik melalui pemenuhan kebutuhan energi, pengembangan industri, maupun peningkatan perekonomian daerah.