Amankan Jalan dan Sawah Warga, Satgas TMMD Kodim 0108/Agara Kebut Pasang Gorong-Gorong
ACEH TENGGARA, NETtizennews.com | Satgas TMMD Reguler ke-130 Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama warga bahu-membahu memasang gorong-gorong di jalur penghubung Desa Lawe Kulok menuju Desa Lawe Sagu Hulu, Kecamatan Lawe Bulan, Kabupaten Aceh Tenggara, Minggu (18/10/2026).
Pemasangan gorong-gorong di sejumlah titik krusial ini merupakan bagian dari sasaran fisik program TMMD. Proyek ini bertujuan untuk menjaga kualitas jalan baru dari risiko erosi sekaligus menjamin kelancaran sistem irigasi pertanian masyarakat setempat.

Perwira di lapangan, Serma Andi, menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan tidak akan maksimal tanpa adanya sistem drainase yang baik.
“Pada TMMD kali ini, kami tidak hanya fokus membuka jalan baru. Infrastruktur pendukung seperti gorong-gorong ini sangat vital agar aliran air terkendali dan tidak merusak badan jalan saat musim hujan,” ujar Serma Andi di lokasi kegiatan, Minggu.
Menurut Serma Andi, mayoritas penduduk di Kecamatan Lawe Bulan menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian dan perkebunan, khususnya komoditas sayur-sayuran. Keberadaan gorong-gorong ini otomatis berfungsi ganda: sebagai pelindung jalan dan sebagai penyalur air bersih ke lahan perkebunan warga.

Kehadiran infrastruktur baru ini disambut gembira oleh masyarakat setempat. Herman (42), salah seorang warga yang ikut bergotong royong di lokasi, mengaku sangat bersyukur atas kepedulian TNI terhadap nasib para petani.
“Kami sangat berterima kasih kepada Satgas TMMD. Selama ini kalau hujan lebat, air sering meluap ke jalan dan bikin becek, bahkan merusak sebagian tanaman sayur kami karena saluran airnya tidak teratur. Dengan adanya gorong-gorong ini, aliran air jadi rapi dan sawah kami tidak kebanjiran lagi,” ungkap Herman penuh semangat.

Secara teknis, fungsi utama gorong-gorong ini memang untuk mengalirkan air irigasi maupun limbah buangan melewati bawah jalan secara aman. Jika aliran air tidak dikendalikan, air berisiko meluap ke permukaan jalan dan memicu erosi yang mempercepat kerusakan aspal atau tanah.
Dengan rampungnya pemasangan fasilitas drainase ini, diharapkan akses mobilitas warga antardesa dapat bertahan dalam jangka panjang, sekaligus mampu mendongkrak produktivitas hasil panen para petani di Aceh Tenggara.