Cegah Pomako Kembali Dipadati Penumpang, PELNI Minta Pemkab Mimika Ajukan Kapal Tambahan Jelang Natal 2026

MIMIKA – Kepadatan penumpang di Pelabuhan Pomako, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada Desember 2025 menjadi perhatian PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Cabang Timika menjelang perayaan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
Untuk mencegah kejadian serupa terulang, PELNI meminta dukungan Pemerintah Kabupaten Mimika agar mengajukan penambahan armada kapal kepada pemerintah pusat.
Permintaan tersebut disampaikan Kepala Cabang PELNI Timika, Sigit Sujatmoko, dalam konferensi pers pada Rabu, 30 September 2026. Ia menjelaskan bahwa penambahan kapal diperlukan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang yang hendak pulang ke kampung halaman, terutama menuju wilayah Maluku dan daerah sekitarnya.
Berdasarkan pemberitaan Papua60Detik pada akhir September 2026, PELNI memperkirakan potensi penumpang pada masa puncak Natal dan Tahun Baru dapat mencapai sekitar 3.000 orang melalui Pelabuhan Pomako.
Karena itu, dukungan pemerintah daerah dinilai penting agar kebutuhan transportasi laut masyarakat dapat terpenuhi.Pengalaman Desember 2025 menjadi salah satu alasan perlunya langkah antisipasi tersebut.
Pada Jumat, 12 Desember 2025, kedatangan dan keberangkatan KM Tatamailau di Pelabuhan Pomako diwarnai kepadatan penumpang. Pemberitaan Cenderawasih Pos menyebut hampir 1.000 orang meninggalkan Mimika menggunakan kapal tersebut.
Situasi di dermaga juga menghambat aktivitas bongkar muat dan akses masuk pelabuhan.PELNI menjelaskan bahwa penambahan atau pengalihan kapal tidak dapat dilakukan begitu saja oleh perusahaan tanpa persetujuan pemerintah pusat.
Oleh sebab itu, Pemkab Mimika diharapkan mengajukan permohonan penambahan atau deviasi trayek kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan.Untuk pelayanan reguler di Timika, PELNI menyebut KM Tatamailau, KM Sirimau, dan KM Labobar sebagai armada yang beroperasi.
Selain itu, terdapat kapal perintis Sabuk Nusantara 75, serta sejumlah kapal perintis lainnya yang dikelola pihak swasta.Sigit juga mengimbau masyarakat agar membeli tiket jauh-jauh hari dan tidak menunggu sampai hari keberangkatan.
Pemesanan tiket yang lebih awal dapat membantu masyarakat merencanakan perjalanan sekaligus mengurangi risiko kehabisan tiket ketika permintaan meningkat.Meski demikian, penambahan armada untuk Nataru 2026–2027 masih memerlukan tindak lanjut dan persetujuan dari pihak berwenang.
Hingga sumber berita yang ditelusuri, belum ada konfirmasi bahwa penambahan kapal khusus untuk Pelabuhan Pomako pada periode tersebut telah resmi disetujui.Masyarakat berharap koordinasi antara Pemkab Mimika, PELNI, dan Kementerian Perhubungan dapat segera ditindaklanjuti sehingga pelayanan transportasi laut pada Desember mendatang menjadi lebih tertib, aman, dan mampu mengakomodasi kebutuhan penumpang.