NETtizennews.com
Portal Berita • Cepat • Akurat • Terpercaya
TERKINI
Oktovina Syavina Yani, Perempuan Asli Kamoro yang Dipersiapkan Membawa Identitas Budaya Papua Tengah ke Panggung Nasional   •   Jalan Trans Wamena–Tolikara Diblokade, Masyarakat Adat Mbalima Protes Penetapan DPRK Jalur Otsus Jayawijaya   •   Pemuda Diduga Membawa Senjata Laras Panjang Alami Kecelakaan di Jalur Jayapura–Sentani, Polisi Lakukan Pemeriksaan   •   Pimpin DPD REI Aceh 2026–2029, Pasca-Pelantikan Zulkifli HM Juned Gerak Cepat Matangkan Program Strategis   •   Motor Diduga Bolak-balik Membeli Pertalite di SPBU SP 2 di Timika, Pengawasan Distribusi BBM Disorot
NASIONAL

JK Soroti Kericuhan Hari Damai Aceh, Ingatkan Perdamaian Jangan Sampai Terganggu

JK Soroti Kericuhan Hari Damai Aceh, Ingatkan Perdamaian Jangan Sampai Terganggu
Slot iklan artikel

BANDA ACEH — Kericuhan yang terjadi saat peringatan Hari Damai Aceh ke-21 di Banda Aceh mendapat perhatian dari Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK).

JK mengingatkan seluruh masyarakat Aceh agar tetap menjaga perdamaian yang telah berlangsung selama 21 tahun. Menurutnya, perdamaian yang dicapai melalui proses panjang telah memberikan dampak positif terhadap kehidupan masyarakat Aceh.

“Perdamaian Aceh harus kita jaga bersama,” ujar JK dalam tanggapannya terkait kericuhan yang terjadi dalam momentum peringatan Hari Damai Aceh.

Ia menilai perdamaian yang telah terjaga selama lebih dari dua dekade merupakan sesuatu yang sangat berharga. Karena itu, berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat diharapkan dapat diselesaikan melalui jalur dialog dan cara-cara yang tidak memicu konflik baru.

Kericuhan terjadi dalam rangkaian peringatan 21 tahun perdamaian Aceh di kawasan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026).

Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena berlangsung tepat pada momentum peringatan perdamaian Aceh yang menandai berakhirnya konflik bersenjata antara Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

JK berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi dan tetap mengedepankan semangat perdamaian. Ia juga mengingatkan bahwa kondisi Aceh yang relatif aman selama 21 tahun merupakan modal penting untuk melanjutkan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kericuhan tersebut kini menjadi perhatian publik. Masyarakat menunggu perkembangan resmi dari aparat keamanan terkait kondisi setelah bentrokan, termasuk pendataan korban serta langkah yang akan dilakukan untuk memastikan situasi tetap kondusif.

Momentum Hari Damai Aceh yang seharusnya menjadi refleksi perjalanan perdamaian justru diwarnai ketegangan. Karena itu, pesan JK kembali menegaskan pentingnya menjaga perdamaian agar konflik masa lalu tidak kembali terulang.

Perdamaian Aceh yang telah bertahan selama 21 tahun kini menjadi tanggung jawab seluruh pihak untuk dijaga dan dipertahankan.