NETtizennews.com
Portal Berita • Cepat • Akurat • Terpercaya
TERKINI
Motor Diduga Bolak-balik Membeli Pertalite di SPBU di Timika, Pengawasan Distribusi BBM Disorot   •   Kebiasaan Pecahkan Botol Miras di Timika Jadi Sorotan, Mama-Mama Petugas Kebersihan Harus Menanggung Risikonya   •   BMKG Deteksi 4.212 Titik Panas di Papua dan Maluku, Warga Diminta Waspada Karhutla   •   Peserta Pelatihan Public Speaking di Mimika Minta PPTK Hadir, Dorong Transparansi Pelaksanaan berlangsung   •   Pusdalops Mimika Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem 21–22 Oktober 2026
DAERAH

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Aceh, Warga Diimbau Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Aceh, Warga Diimbau Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang
Slot iklan artikel

BANDA ACEH – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk sejumlah wilayah di Aceh yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat atau petir serta angin kencang dalam beberapa hari ke depan.

Berdasarkan informasi BMKG, potensi cuaca ekstrem diperkirakan terjadi pada 3–5 Agustus 2026. Sejumlah kabupaten dan kota di Aceh diprakirakan terdampak hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, genangan air, hingga pohon tumbang.

Wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan antara lain Aceh Jaya, Aceh Besar, Aceh Barat Daya, Nagan Raya, Aceh Timur, Aceh Tengah, Aceh Tamiang, Kota Banda Aceh, Kota Langsa, serta sejumlah daerah lainnya yang masuk dalam peringatan dini BMKG.

BMKG menjelaskan bahwa kondisi cuaca tersebut dipengaruhi oleh dinamika atmosfer yang meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Aceh. Masyarakat diminta untuk menghindari aktivitas di daerah rawan longsor, bantaran sungai, maupun kawasan yang berpotensi diterjang angin kencang saat hujan berlangsung.

Selain hujan lebat, Aceh juga termasuk dalam daftar provinsi yang berpotensi mengalami angin kencang pada periode 4–5 Agustus 2026. BMKG mengimbau masyarakat agar terus memantau informasi cuaca terbaru dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan, terutama di wilayah yang selama ini rawan banjir dan longsor. Warga juga diminta segera melaporkan apabila terjadi kondisi darurat yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat.

BMKG menegaskan bahwa prakiraan cuaca dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi atmosfer. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu memperbarui informasi melalui kanal resmi BMKG sebelum melakukan aktivitas, terutama perjalanan darat maupun laut.