Gedung BPBD Aceh Tenggara Ikut Terendam Banjir, Total 1.387 Jiwa di 4 Kecamatan Terdampak Dilanda Banjir dan Longsor
ACEH TENGGARA, NETtizennews.com | Hujan lebat berdurasi panjang dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Aceh Tenggara sejak Jumat (9/10/2026) malam memicu bencana banjir dan tanah longsor meluas di sejumlah titik. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara melaporkan sebanyak 4 kecamatan dan 9 desa terendam banjir serta tertimbun material longsor.
Berdasarkan data mutakhir dari Pusdalops-PB BPBD Aceh Tenggara per Senin (12/10/2026) pukul 12.00 WIB, tercatat sebanyak 350 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 1.387 jiwa terdampak langsung oleh bencana ini. Beruntung, hingga saat ini dilaporkan tidak ada korban jiwa (nihil), sementara jumlah pengungsi masih dalam proses pendataan oleh petugas di lapangan.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tenggara, Mohd. Asbi, S.T., M.M., menyampaikan bahwa tingginya curah hujan menyebabkan peningkatan debit air Sungai Lawe Bulan yang sangat signifikan. Tekanan arus yang kuat mengakibatkan tanggul sungai jebol di beberapa lokasi.
“Tanggul Sungai Lawe Bulan jebol di wilayah Desa Pulonas Baru hingga air meluap ke permukiman. Selain itu, tanggul penahan tebing sungai Lawe Bulan/Lawe Kisam di Desa Lawe Kihing juga jebol sepanjang kurang lebih 50 meter. Sempat diperbaiki, namun karena hujan kembali turun merata, tanggul tersebut kembali jebol pada Minggu malam pukul 23.00 WIB,” jelas Mohd. Asbi dalam keterangan resminya.

Dampak Kerusakan dan Akses Jalan Lumpuh
Dampak bencana ini mencakup kerusakan infrastruktur publik, sektor pertanian, hingga lumpuhnya akses transportasi utama:
- Jalur Nasional Kutacane–Blangkejeren Lumpuh: Hujan deras memicu tanah longsor pada lereng perbukitan di Desa Kati Maju, Kecamatan Ketambe. Material tanah dan lumpur menutupi badan jalan nasional, memicu kemacetan panjang dari kedua arah.
- Jalur Nasional Kutacane–Medan Terendam: Akses jalan lintas nasional di kawasan Desa Bambel Gabungan hingga Terutung Megara Asli terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 30–50 cm. Akibat kondisi ini, sempat terjadi aksi pemblokiran jalan oleh masyarakat setempat di Desa Terutung Seperai yang menambah panjang antrean kendaraan.
- Kerusakan Fasilitas & Sektor Pertanian: Lahan pertanian padi dan jagung milik warga di Kecamatan Bambel seluas kurang lebih 75 hektare terendam banjir. Infrastruktur vital seperti intake sumber air bersih SPAM Lawe Harum milik PDAM Tirta Agara hanyut tergerus arus. Tidak hanya itu, Gudang Logistik BPBD serta fasilitas pendidikan SMPIT Al Khansa juga ikut tergenang.
Secara rinci, berikut daftar wilayah yang terdampak bencana:
- Kecamatan Ketambe: Desa Kati Maju (Longsor)
- Kecamatan Lawe Bulan: Desa Pulonas Baru (Banjir)
- Kecamatan Babussalam: Desa Pulo Latong (Banjir)
- Kecamatan Bambel: Desa Lawe Kihing, Desa Bambel Gabungan, Desa Terutung Seperai, Desa Terutung Megara Asli, Desa Kute Antara, dan Desa Biak Muli (Banjir).
Penanganan dan Kondisi Mutakhir
Merespons situasi darurat tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Aceh Tenggara bersama instansi terkait langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan kajian cepat dan pendataan korban.

Satu unit alat berat ekskavator diturunkan ke Desa Kati Maju untuk membersihkan material longsor yang menutupi badan jalan nasional. Di kawasan jembatan Bailey Pulo Latong, alat berat juga disiagakan untuk mengeruk dan membersihkan material kayu gelondongan yang menyumbat aliran sungai.
“Kami telah menurunkan total tiga unit alat berat—dua unit dari BPBD dan satu unit dukungan dari BWS Sumatera I—untuk melakukan penutupan tanggul yang jebol, pengerukan, serta normalisasi sungai. Personel Damkar juga dikerahkan membersihkan endapan lumpur di jalan fasilitas umum ruas Pulonas Baru-Lawe Rutung,” tambah Mohd. Asbi.

Untuk mengantisipasi warga yang harus mengungsi, BPBD telah mendirikan tenda posko pengungsi di Desa Bambel Gabungan. Pemasangan sandbag (karung pasir) darurat juga terus dikebut di titik tanggul yang jebol di Desa Lawe Kihing.
Hingga Senin siang, kondisi mutakhir di beberapa titik banjir menunjukkan tren positif di mana genangan air dilaporkan sudah berangsur-angsur surut. Kendati demikian, pihak BPBD Aceh Tenggara mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat cuaca di wilayah setempat masih terpantau berawan dengan potensi perubahan cuaca sewaktu-waktu.
(Realis/Red. FB BPBD Aceh Tenggara)